Arsip Blog

Syukur itu nikmat…

Menghirup udara gratis, klo beli oksigen habis brapa ya??

Kabel flexibel hp untuk menampilkan gambar 100rb, klo di mata kita berapa ya??

Hardisk komputer 320 GB bisa 500rb, otak kita yang menyimpan begitu banyak data hargane berapa ya??

Pompa air yang mahal itu masih mudah rusak, jantung yang memompa darah itu hargane berapa??

Coba klo itu semua kita beli?? Mampu kah?? seharusnya kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita GRATIS. Tapi kenapa kita masih malas sholat?? Malas baca Al Qur’an?? Senang mendekati maksiat, susah melakukan kebaikan… Masih ada waktu kawan untuk berubah menjadi baik karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…

Iklan

Gunung – Lautan

Tingginya gunung dan dalamnya lautan dapat di hitung
Tapi, dalamnya hati siapa yang tau.
Jangan pernah membuat orang lain membenci kita dan menyakitinya.
Karena tingginya kebencian kepada kita dan dalamnya luka di hati siapa yang tau.

Karet Jam atau Jam Karet…???

Assalamu’alaikum…

Bismillah….

Benda dengan nama karet memang tidak asing terdengar di telinga kita bahkan kita sering melihat dan memegangnya. Karet berasal dari getah karet yang disadap dari pohon karet. Setelah melewati beberapa rangkaian getah tersebut dijadikan menjadi beberapa barang mulai dari ban mobil sampai karet untuk bungkus makanan. Karet memiliki keunggulan yaitu kuat, lentur sehingga flexsibel untuk digunakan. Tapi muncul pertanyaan, kira-kira ini Karet Jam apa Jam Karet…???. Bisa berarti karetnya jam atau jamnya karet…karetnya dibuat jam atau jamnya dari karet??? kok bulet ya…maksudnya mbulet…

Kita tidak bicara masalah asal usul karet yang klo asal jangan usul, klo usul jangan asal… Kata-kata jam karet kita sering mendengar. Apalagi pengguna kereta di akhir pekan, maka akan sering merasakan kereta yang datang terlambat dari jadwal seharusnya. Tapi pada saat ini PT. KAI sudah lebih baik, tidak telat lagi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kita tidak membahas terkait jadwal keberangkatan kereta api, tetapi tentang ‘jam karet’ yang sering menimpa kita. Sebagai seorang muslim seharusnya kita menjadi orang yang tertata segala urusannya. Berarti disiplin dengan segala urusan. Yang menjadi sorotan saat ini ialah disiplin waktu atau ketetapan waktu terhadap setiap kegiatan kita. Setiap kegiatan, syuro’ dll kita menginginka ketepatan waktu. Tapi pada kenyataannya dilapang tidak seperti itu, yang agenda seharusnya dimulai jam 7 ternyata baru dimulai jam 8 bahkan parahnya bisa sampai jam 9 baru di buka. Alasan yang muncul sebenarnya klasik, mulai panitia yang telat hingga peserta yang belum datang atau mungkin masih banyak alasan yang lain, hujan, makan, nunggu jemputan. Padahal semua alasan itu bisa disiasati semua.

Pola pikir untuk memahami kata-kata memang harus ditata agar tidak ada salah paham. Jika ada sebuah sms atau undangan syuro’ atau rapat yang berbunyi ‘rapat anggota jam 8.00’. Apa yang kita pahami???? Jam 8 itu mulai rapatnya atau jam 8 itu baru berangkat dari kos/rumah?? atau bahkan baru memulai setiap agenda, makan dulu misalkan?? atau dipikiran kita masih terlintas ‘ah kan jam 8, paling acara akan dimulai jam 9…itu sudah biasa jadi santai saja…’ apa seperti itu???

Jika kita masih memiliki pandangan seperti itu sebaiknya dirubah, bagaimana caranya setiap kegiatan itu dapat dimulai tepat pada watunya. Telat atau tidak acaranya dimulai maka kita sebaiknya datang sebelum jam tersebut. Jika tidak seperti itu kapan akan menjadi Profesional dalam kerja. Saya rasa ini berlaku disemua tempat. Berbeda dengan undangan seperti acara walimahan, yang tertulis acara jam 8.00-12.00. Artinya acara diselenggarakan pada jam 8-12, dan kita boleh datang diantara jam itu sebisa kita.

Ingat…Kereta itu punya jadwal, jika tertulis jam 8 maka Kereta akan berangkat jam 8, bukan menunggu anda yang sedang bersantai-santai karena anda beranggapan kereta biasa terlambat (seperti lagu iwan fals)… Mulailah tepat waktu…

Wassalamu’alaikum…