Arsip Blog

Membaca Sehari

Membaca itu penting untuk menambah pengetahuan. Tidak terbatas pada orang tua saja tapi untuk semua umur. Media untuk membacapun juga beragam mulai dari buku pelajaran, buku cerita anak-anak sampai novel, koran, atau bisa dari internet. Jadi membaca itu penting, jangan sampe gara-gara gak baca salah masuk toilet. 🙂

Nah berkenaan dengan baca-baca maka saya dan teman-teman serumah membuat kegiatan “Membaca Sehari”. Agenda ini berupa perpustakaan keliling untuk daerah-daerah yang membutuhkan. Buku-buku tersebut agar dapat dimanfaatkan terutama anak-anak sebagai bahan bacaan dan untuk pengembangan pengetahuan.

Bagi teman-teman yang mau membantu bisa menyumbangkan:

1. Buku bacaan untuk anak-anak

2. Buku pengetahuan umum dan agama islam

3. Buku mewarnai

4. Al-Qur’an

5. Buku tulis dan alat tulis juga bisa

Buat mas Anang dan Edi ayo bukunya dikeluarkan klo gak punya tak antar beli bukunya :). atau mbak Fi dan Erlin juga ingin meramaikan juga boleh. mengundang juga Mbah yang jadi inspirasi, Mbah Jiwo klo ada buku yang sudah gak dipake bisa dikirim. Klo Abah juga mau ikut saya terima bukunya.

Mencerdaskan dengan membaca. Kalau ada yang minat bisa menghubungi via e-mail cakbas88@gmail.com bisa mention ke twitter dan FB.

G18, 30 Januari 2012. 11:34

Iklan

Boleh Memilih

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Al Baqarah: 216)

Di dunia ini semua berpasang-pasangan. Ada laki-laki ada perempuan. Ada kiri dan kanan. Ada baik dan buruk. Maka di ayat diatas adalah mengenai suka dan tidak.

Masalah suka dan tidak memang selera dari setiap individu. Read the rest of this entry

Oleh-oleh dari Jogja

Siapa yang gak tau Jogja??? Secara penulisan tulisan yang pas itu Yogyakarta, tetapi yang familiar dan menjadi trend ialah dengan nama Jogja #biar mantap. Jogja menurut saya ialah kota yang memiliki karakter tersendiri. Ketenangan mereka bisa nampak dari pribadinya. Selain itu bisa terlihat dari tata kota yang ada di sana. Apalagi sekarang sudah ada Trans Jogja yang menghubungkan dari satu tempat-ketempat yang lain dan strategis. Mulai dari Prambanan, Tugu, Malioboro, Benteng, Janti dan Giwangan. Semua bisa terintegrasi dengan baik walaupun masih ada kekurangan.

Sewaktu jalan-jalan ke UIN SUKA Sleman-Jogja ada baliho yang sangat menarik saya. Seingat saya, tulisan itu juga ada di UIN MALIKI Malang-Jatim. Ada ajakan bagi kita untuk lebih islami.

Baliho

Baliho

Sayang pake kamera hape jadi kurang mantap. Di baliho itu bertuliskan DILARANG: Read the rest of this entry

Masih ada yang sama

Kalau dulu pergi kepasar jalan kaki atau naik sepeda, sekarang sudah ada motor atau mobil

Kalau dulu pergi jarak jauh naik kuda, sekarang bisa naik mobil atau pesawat sehingga lebih cepat

Kalau dulu menulis menggunakan sabak, sekarang ada buku tulis dan laptop

Kalau dulu menyimpan uang dalam celengan, sekarang bisa menyimpan di Bank

Kalau dulu malam hari menggunakan lampu minyak tanah dan petromax, sekarang ada lampu

Kalau dulu pergi haji naik kapal laut, sekarang Read the rest of this entry

Peluit Tanpa Makna

Peluit barang yang tidak asing bagi kita. Alat yang dapat mengeluarkan bunyi ini sering digunakan oleh Polisi, Tukang Parkir dan wasit dalam setiap pertandingan. Meskipun memiliki cara dan suara yang sama dalam menggunakan peluit memiliki makna yang berbeda. Kalau peluit yang dipake Polisi biasa digunakan untuk mengatur lalulintas atau aba-aba dijalan raya. Sedangkan tukang parkir menggunakan peluit untuk memberi aba-aba atau mengarahkan kendaraan yang akan parkir. Tetapi pada profesi wasit peluit digunakan untuk memberi tanda dimulainya suatu pertandingan atau tanda untuk menghentikan sementara atau mengakhiri suatu pertandingan.

Tapi terkadang peluit itu menjadi tanpa makna. Artinya suara yang ada hanya Read the rest of this entry

Hanya Merasa

Setiap orang akan memiliki sifatnya masing-masing. Entah mirip dengan orang tua alias keturunan atau mirip orang lain (#dimirip-miripkan juga bisa). Ada orang yang kaku, ada juga yang seperti makhluk halus lemah lembut. Ada yang pemarah ada pula yang penyabar. Ada yang berani ada yang belum berani eh gak berani. Tetapi semua sifat itu bisa dibentuk dan dipelihara.

Ada yang merasa bahwa dia memiliki watak yang keras, tetapi pelaku tidak mau merubahnya. Ya, sifat itu akan tetap keras tidak akan berubah menjadi lembut. Read the rest of this entry

Jilbab

Baliho

Baliho

Beberapa waktu yang lalu sewaktu jalan-jalan ke Cianjur ada sebuah baliho yang sangat menarik (mungkin juga terdapat di kota lain). Baliho tersebut berisi ajakan untuk mengenakan jilbab bagi perempuan. Yang membedakan antara laki-laki dan perempuan ialah salah satunya dengan berjilbab. Jilbab selain sebagai pembeda dengan laki-laki juga sebagai penutup aurat. Seperti di QS. An-nur: 31. Bahwa kita harus menutup aurat. Jilbab itu sebagai pakaian untuk memuliakan aurat karena aurat itu perhiasan yang harus di lindungi. Menutup aurat dengan jibab dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Tentunya dengan mengenakan jilbab dengan syar’i.

Kahuripan itu Kehidupan

Kehidupan itu mulai dari lahir hingga ke liang lahat. Hidup itu harus punya tujuan. Ingin jadi sarjana? Ingin menjadi kaya? Ingin menjadi pejabat? atau mungkin yang lainnya. Tapi itu menurut hanya jangka pendek. Ada tujuan yang lebih nyata di balik semua itu. Yaitu mencari Ridho-Nya Allah untuk dapat masuk kedalam Surga-Nya. Apa yang menjadi keinginan di dunia ini adalah sebuah sarana untuk mendapatkan Ridho-Nya.

kahuripan

Kahuripan

Perjalanan panjang sebuah kehidupan di kahuripan. Banyak hal yang bisa diperhatikan disekitar mulai anak-anak, remaja, orang tua, serta asongan yang hilir mudik menjemput rejeki. Mungkin bisa dikatakan pasar berjalan, karena hampir semua yang dibutuhkan secara instant itu ada. Duduk didepan ku sebuah keluarga dengan 1 orang anaknya. Keluarga itu menceritakan dengan bangga tentang anaknya. Yang sangat aktif dan ingin tahu banyak tentang hal yang ia lihat. Mulai pertannyaan apa itu? Mengapa bisa begitu? dst. Sebelah saya ada seorang nenek yang saya kira sendirian. Ternyata beliau bersama dengan seorang kakek (yang umurnya hampir 80) yang duduk di kursi seberang.

Usia yang panjang itu membuat terharu, jika diberi umur panjang apakah masih bisa memanfaatkan untuk kebaikan? Semoga Allah memberikan sisa umur yang barokah pada kita. Kedua orang itu menciptakan sebuah angan-angan yang besar. Meskipun sudah lanjut tapi mereka masih kuat untuk menempuh perjalanan malam yang melelahkan. Belum lagi para pedagang asongan yang hilir mudik di malam itu. Bisa jadi mereka akan berusaha sekuat tenaga mereka untuk menjemput rejeki dimalam itu di tengah-tengah orang yang tertidur lelap.

Satu hal yang terpenting bagi kita adalah kita harus selalu bersyukur dengan kondisi kita saat ini. Bersyukur dengan apa yang kita punya. Bersyukur bukan berarti pasrah dengan kondisi yang ada. Bersyukur itu bisa dengan selalu meningkatkan usaha kita untuk berubah jadi lebih baik.

NB: KA Kahuripan Kediri (15.00) – Padalarang (08.00), harga tiket Rp. 21.000-41.000.

Sudah Terbalik

Beberapa hari ini udara cukup panas, hujan yang turun juga cukup deras walau hanya sebentar. Berita pun juga begitu, ada yang mendadak terkenal, atau beberapa peristiwa yang menambah kasus baru. Kasus “BOM CIREBON” yang sangat cepat di ketahui siapa pelakunya, begitu muncul berita langsung muncul gambarnya di TV siapa pelakunya. Mengapa tidak dengan kasus Bank Century?

Ayas tidak berbicara itu. Sekarang kondisi sudah terbalik. Klo di TV ada anak kecil yang ‘ngefans’ sama artis dan sampai hafal lagunya akan menjadi berita heboh, tapi klo ada anak kecil yang rajin ngaji dan hafal Al – Qur’an tidak pernah menghebohkan bahkan tidak ada yang melirik.

Klo banyak orang yang memberikan ‘tambahan’ kemampuan kepada anak dengan kursus musik atau pelajaran, mengapa tidak dengan memberi ‘tambahan’ tentang ilmu agama, baca Al-Qur’an, belajar tafsir Al-Qur’an.

Sekarang banyak orang bangga dengan menunjukkan pakaian yang membuka aurat bahkan ada pamerannya, mengapa orang islam tidak bangga dengan pakaiannya yang menutup aurat. Yang lebih bagus dan terjaga dari pada pakaian yang tidak menutup aurat.

Masih orang yang merasa dirinya selalu dalam kekurangan, tetapi dirinya tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan. Seharusnya kita bersyukur karena  punya mata, tangan, telinga, kaki, karena belum tentu orang lain memiliki selengkap itu.

GW, 23 April 2011.

11.44

Hanya Titipan…

Berapa lama kita hidup??

Berapa lama kita menunaikan kewajiban dari Allah??

Ada yang tau berapa lama kita hidup???

Sudahkah kita menyiapkan ketika nyawa yang dititipkan ini diambil oleh Allah??

Umur kita tidak panjang, semoga Allah senantiasa memberi hidayah dan sisa umur yang barokah kepada kita….