39 Jam, 45 ribu…

Klo dasarnya seneng jalan-jalan ya mau gimana lagi. Waktu dan jarak terkadang bukan sebagai penghalang. Semangat untuk bisa bersilaturahim dengan saudara-saudara yang ada di jauh sana menjadi motivasi tersendiri. Momentum Iedul Fitri menjadi faktor tambahan untuk motivasi. Dan sabda Rasulullah, barang siapa ingin dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturahim.

Gumul Kediri

Kediri

Bertemu di kosnya atau dikampus jelas berbeda ketika bertemu di rumah. Ketika bisa datang kerumahnya serasa ada kepuasan tersendiri. Perjalanan ini dimulai dari Blitar – Kediri – Nganjuk – Magetan – Ponorogo – Blitar. Sunahnya kan klo bisa jalan berangkat dan pulang itu berbeda, jadinya muter. Banyak ibrah yang bisa diambil selain silaturahim.

Bisa menikmati keindahan alam yang telah diciptakan oleh Allah yang menguasai Alam Semesta ini. Masuk wilayah Kediri disambut dengan perlimaan Gumul yang baru di buat beberapa tahun yang lalu (Walau sedikit bingung ketika lewat situ). Siang yang panas terasa di kepala (point 1). Dari Kediri meluncur ke Nganjuk denganditemani rahmat Allah yang berupa hujan yang pada saat itu memang musim dingin eh penghujan. Hujan tidak menyurutkan gas motor untuk terus melaju (point 2). Karena sampai Nganjuk sudah petang maka di putuskan untuk istirahat disini sebab tidak mungkin melanjutkan (1. Dingin karena hujan, 2. Resiko nyasar dari Sawahan ke jalur Utama Nganjuk – Madiun).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pembukaan perjalanan dibuka dengan menuju objek wisata air terjun Sedudo yang terkenal di Nganjuk. Selepas dari Nganjuk segera meluncur ke Magetan melewati hutan dan lembah. Cuaca yang bersahabat membuat perjalanan tidak terganggu sampe-sampe dapat bonus lewat sedikit ngawi,karena gak tau jalan (poaint 3). Di Magetan tempat wisata yang kondang dimana-mana yaitu Telaga Sarangan. Wisata Alam ini menjadi tujuan wisatawan yang lagi uklam-uklam di Magetan. Jazakallah kepada Anang Nur Cahyo yang sudah menjamu dengan istimewa (sory, gak da fotone di rumah antum).

Wisata Sedudo

Wisata Air Terjun

Kemudian menuju kota yang terkenal dengan Reog nya yaitu Ponorogo. Disisa-sisa tenaga dengan semangat yang masih full perjalanan di libas 45 menit. Karena kota Reog menjadi tujuan terakhir maka pada saat itu langsung kembali ke Blitar walaupun harus meregang otot sejenak di daerah Tulung Agung. Perjalanan dihinggapi dengan rasa senang karena dapat bertemu dengan saudara-saudara yang lain walau sejenak (point 4).

Berada di jalan menjadi semakin tau bagaimana harus menghargai pengendara yang lain. Bagaimana menayomi pengendara lain. Bagaimana kerjasama dengan pengendara lain. Bagaiman taat lalu lintas. Perjalanan versi ‘bonek’ pun usai 39 jam, 45ribu.

NB: Yang pasti jangan lupa sholat. Point 1: bawa bekal terutama minum biar gak haus dijalan, ngirit.com; 2: Bawa mantel dobel jika naik motor dan gunakan helm standard; point 3: tanya klo gak tau, pos polisi juga bisa (gak kena tilang klo tanya polisi,free); point 4: perlu istirahat cukup setiap 2 atau 4 jam bagi pengemudi.

GW, 29 Januari 2011 (01.15)

  1. Wah keliling Jawa Timur rek…
    pict nya mana?

  2. 45ribu itu total biaya yang terpakai untuk jalan2 selama 39jam ya?
    Bikin rincian pengeluarannya dong sekalian…hehe..

    • 45ribu itu cuma buat beli bensin aja, tidur numpang di rumah teman, makan disuguhin waktu dirumah teman, masuk tempat wisata gak bayar.. so, pengeluaran ya 45ribu ja..🙂

  3. wah seru nih suka jalan jalan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: