Category Archives: Tausiyah

Apakah tidak boleh kaya?

Mau kaya? Boleh-boleh saja. Kaya pahala? jelas boleh. Kaya harta? Juga boleh. Ketika seseorang memiliki kekayaan harta yang melimpah biasanya akan dilihat apa pekerjaannya. Misal Pak Mahyeldi yang mengikuti Pilkada di Kota Padang. Dalam rilis harta kekayaan hanya 250juta. Itu membuat institusi bernama KPK tidak percaya. Atau bahkan sebagian orang juga tidak percaya jika yang ikut Pilkada ini ‘hanya’ memiliki kekayaan segitu.

Yang diributkan orang itu jika Ustadz punya harta yang banyak. Emang ustadz gak boleh punya harta? Bagaimana dengan Rosulullah yang ketika menikah maharnya segitu banyak. Read the rest of this entry

Masih Ada Sekat di Antara Kita

Nampaknya kita sesama umat Islam masih memiliki sekat, yang menjadikan kita tidak dapat bersatu. Banyak jumlahnya tapi rapuh dalamnya. Masih tersekat dalam ‘golongan’ masing-masing.  Masih mencurigai satu sama lain. Seharusnya sesama umat Islam bisa saling bantu.

Ada yang bertanya, ‘Mas ikut golongan apa?’ Read the rest of this entry

Boleh Memilih

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Al Baqarah: 216)

Di dunia ini semua berpasang-pasangan. Ada laki-laki ada perempuan. Ada kiri dan kanan. Ada baik dan buruk. Maka di ayat diatas adalah mengenai suka dan tidak.

Masalah suka dan tidak memang selera dari setiap individu. Read the rest of this entry

Hanya Sekali

Hidup hanya sekali, kenapa kita gak sholat?

Hidup hanya sekali, kenapa tidak berbakti ke orang tua?

Hidup hanya sekali, kenapa tidak belajar baca Al-Qur’an?

Hidup hanya sekali, Kenapa tidak mengamalkan Al-Qur’an? Read the rest of this entry

Spirit Ramadhan

Cover 1

Cover 1

Bulan Ramadhan sudah masuk ke hari ke-7. Seharusnya tilawah sudah nyampe ke juz 7 atau juz 14. Tapi bagaimana dengan teman-teman? Atau klo bagi cowok apakah sudah ada yang bolong puasanya? Gimana tarawihnya, apa ada yang sudah mulai kendur? Gimana sholat wajibnya, apakah Read the rest of this entry

Masih ada yang sama

Kalau dulu pergi kepasar jalan kaki atau naik sepeda, sekarang sudah ada motor atau mobil

Kalau dulu pergi jarak jauh naik kuda, sekarang bisa naik mobil atau pesawat sehingga lebih cepat

Kalau dulu menulis menggunakan sabak, sekarang ada buku tulis dan laptop

Kalau dulu menyimpan uang dalam celengan, sekarang bisa menyimpan di Bank

Kalau dulu malam hari menggunakan lampu minyak tanah dan petromax, sekarang ada lampu

Kalau dulu pergi haji naik kapal laut, sekarang Read the rest of this entry

Peluit Tanpa Makna

Peluit barang yang tidak asing bagi kita. Alat yang dapat mengeluarkan bunyi ini sering digunakan oleh Polisi, Tukang Parkir dan wasit dalam setiap pertandingan. Meskipun memiliki cara dan suara yang sama dalam menggunakan peluit memiliki makna yang berbeda. Kalau peluit yang dipake Polisi biasa digunakan untuk mengatur lalulintas atau aba-aba dijalan raya. Sedangkan tukang parkir menggunakan peluit untuk memberi aba-aba atau mengarahkan kendaraan yang akan parkir. Tetapi pada profesi wasit peluit digunakan untuk memberi tanda dimulainya suatu pertandingan atau tanda untuk menghentikan sementara atau mengakhiri suatu pertandingan.

Tapi terkadang peluit itu menjadi tanpa makna. Artinya suara yang ada hanya Read the rest of this entry

Hanya Merasa

Setiap orang akan memiliki sifatnya masing-masing. Entah mirip dengan orang tua alias keturunan atau mirip orang lain (#dimirip-miripkan juga bisa). Ada orang yang kaku, ada juga yang seperti makhluk halus lemah lembut. Ada yang pemarah ada pula yang penyabar. Ada yang berani ada yang belum berani eh gak berani. Tetapi semua sifat itu bisa dibentuk dan dipelihara.

Ada yang merasa bahwa dia memiliki watak yang keras, tetapi pelaku tidak mau merubahnya. Ya, sifat itu akan tetap keras tidak akan berubah menjadi lembut. Read the rest of this entry

Jilbab

Baliho

Baliho

Beberapa waktu yang lalu sewaktu jalan-jalan ke Cianjur ada sebuah baliho yang sangat menarik (mungkin juga terdapat di kota lain). Baliho tersebut berisi ajakan untuk mengenakan jilbab bagi perempuan. Yang membedakan antara laki-laki dan perempuan ialah salah satunya dengan berjilbab. Jilbab selain sebagai pembeda dengan laki-laki juga sebagai penutup aurat. Seperti di QS. An-nur: 31. Bahwa kita harus menutup aurat. Jilbab itu sebagai pakaian untuk memuliakan aurat karena aurat itu perhiasan yang harus di lindungi. Menutup aurat dengan jibab dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Tentunya dengan mengenakan jilbab dengan syar’i.

Sudah Terbalik

Beberapa hari ini udara cukup panas, hujan yang turun juga cukup deras walau hanya sebentar. Berita pun juga begitu, ada yang mendadak terkenal, atau beberapa peristiwa yang menambah kasus baru. Kasus “BOM CIREBON” yang sangat cepat di ketahui siapa pelakunya, begitu muncul berita langsung muncul gambarnya di TV siapa pelakunya. Mengapa tidak dengan kasus Bank Century?

Ayas tidak berbicara itu. Sekarang kondisi sudah terbalik. Klo di TV ada anak kecil yang ‘ngefans’ sama artis dan sampai hafal lagunya akan menjadi berita heboh, tapi klo ada anak kecil yang rajin ngaji dan hafal Al – Qur’an tidak pernah menghebohkan bahkan tidak ada yang melirik.

Klo banyak orang yang memberikan ‘tambahan’ kemampuan kepada anak dengan kursus musik atau pelajaran, mengapa tidak dengan memberi ‘tambahan’ tentang ilmu agama, baca Al-Qur’an, belajar tafsir Al-Qur’an.

Sekarang banyak orang bangga dengan menunjukkan pakaian yang membuka aurat bahkan ada pamerannya, mengapa orang islam tidak bangga dengan pakaiannya yang menutup aurat. Yang lebih bagus dan terjaga dari pada pakaian yang tidak menutup aurat.

Masih orang yang merasa dirinya selalu dalam kekurangan, tetapi dirinya tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan. Seharusnya kita bersyukur karena  punya mata, tangan, telinga, kaki, karena belum tentu orang lain memiliki selengkap itu.

GW, 23 April 2011.

11.44