Category Archives: Renungan

Hati-hati…

image

Tulisan itu berisi,’Banyak anak banyak masalah’. Bagi yang ke Surabaya pasti tau tulisan ini. Pada nyatanya yang benar itu ‘Banyak anak banyak rizky’. Karena setiap orang telah diberi rizky masing-masing.
Tidak perlu takut dengan banyaknya anak. Rasulullah itu menyukai banyak nya umatnya. Dengan memiliki banyak keturunan maka akan semakin lebar pintu rizky yang diberikan oleh Allah. Percaya sama Allah bahwa Allah tidak akan menelantarkan hambanya yang beriman.
Saya sepakat dengan program pemerintah ‘2 anak cukup’. Benar dua anak cukup yaitu laki dan perempuan. Jumlahnya terserah. Mau laki 5 dan perempuan 5 juga bisa. Yang penting laki dan perempuan, jangan diluar itu.
Klo jumlah umat muslim banyak maka bisa semakin banyak memberi ketenangan. Klo keturunan kita yang banyak trus menebar kebaikan maka kita juga kebagian pahala itu. Klo anaknya sholeh sholehah banyak trus mendoakan orang tuanya kan enak tuh. Klo anak pertama kurang hafalannya, sapa tahu anak kedua lebih baik lagi. Ajari keluarga kita cinta al quran, sejak dalam kandungan bacakan al quran. Setelah lahir perdengarkan bacaan al quran. Insyaallah banyak anak banyak rizky.

Indrapura, 8 April 2013. 10:53.

Iklan

Senin Berarti Jum’at

Pekan ini menjadi pekan yang padat bagi generasi ‘kedua’ h2A3, karena yang lain sudah berterbangan kemana-mana. Tapi ini masih berkonsolidasi untuk memanfaatkan sisa waktu semester sebaik mungkin. Harus berusaha keras untuk menentukan hasil semester ini, atau akan ikut extra time. Senin berarti jum’at.

Sehari berjalan dengan pasti, hari berganti dari senin ke selasa. Selasa ke rabu, rabu ke kamis, kamis ke jum’at, dan jum’at ke senin. Tidak ada hari sabtu dan ahad bagi kami. Tau kenapa? karena hari sabtu dan ahad kampus libur. 🙂 Satu persatu datang setiap hari, dan satu persatu pulang setiap hari menunggu sebuah kepastian.  Memang semua itu harus dipaksa agar terbiasa, karena kita akan memetik hasil dari yang setiap kita usahakan. Senin berarti jum’at

Jarum jam terus berputar, yang lewat setiap hari juga berganti. Tapi ‘Sang Penunggu’ gedung dadakan ini wajahnya tetap. Menunggu jika tidak dimanfaatkan dengan baik waktunya maka akan cepat bosan. Selain itu juga membuang waktu secara percuma. Dimanfaatkan untuk belajar, berburu tandatangan, download, tilawah, sambil mengawasi kalau yang dicari datang. Senin berarti jum’at.

Senin berarti jum’at. Senin ini terasa seperti hari jum’at karena yang ditunggu tak datang selain itu karena waktu yang mepet membuat hari senin yang masih jauh dari jum’at terasa seperti jum’at. Hari selasa pun didaulat seperti hari senin karena waktu yang mepet benar-benar bisa membuat hilang arah. Tapi sebaik-baik manusia merencanakan, Allah yang memutuskan. Dan saya yakin itu. Allah menentukan selasa itu menjadi jum’at dan rabu itu menjadi kamis dan senin. Semoga kepada rekan-rekan bisa sukses untuk kamis dan senin nya, begitu juga selasa yang menjadi jum’at saya.

Selasa berarti jum’at. Bismillah semoga Allah memudahkan langkah kami.

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus...

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus…

BP, 27 Juni 2012 13:46

Mengabdi berbayar

Mengabdi itu memberikan segenap kemampuan atau berkorban untuk mendapat hasil yang terbaik. Seperti pada aparatur negara yang senantiasa ingin memberikan yang terbaik untuk negara. Teringat sms taujih yang disampaikan seorang sahabat.

Ada guru yang banyak berkata tanpa berbuat,

Ada guru yang lebih pandai berbuat dari berkata serta

Ada guru yang memadukan kata dan perbuatan.. Read the rest of this entry

22 Desember

Hari ini orang bilang hari Ibu. Di tanggal Nasional tanggal 22 Desember juga terdaftar sebagai hari Ibu. Banyak orang yang menyampaikan   Selamat Hari Ibu kepada Ibu mereka. Menyampaikan kepada Ibu mereka dengan berbagai cara. mulai dari yang SMS, Telpon, update status di FB, twitter atau dengan surprise. Sekedar untuk menunjukkan kepedulian kita kepada Ibu. Memang ibu ialah orang yang paling paling dan paling berjasa dalam hidup kita. Yang telah mengandung selama 9 bulan. Apa jadinya klo ibu kita tidak mau mengandung kita, dititipkan kemana gitu. Bingung juga kan kita. Ibu juga yang telah memberi ASI kita, kalau pun tidak memberi selama 2 tahun bukan berarti ibu kita tidak sayang kepada kita. Pasti ada alasan yang lain.

Menurut saya, Read the rest of this entry

Oleh-oleh dari Jogja

Siapa yang gak tau Jogja??? Secara penulisan tulisan yang pas itu Yogyakarta, tetapi yang familiar dan menjadi trend ialah dengan nama Jogja #biar mantap. Jogja menurut saya ialah kota yang memiliki karakter tersendiri. Ketenangan mereka bisa nampak dari pribadinya. Selain itu bisa terlihat dari tata kota yang ada di sana. Apalagi sekarang sudah ada Trans Jogja yang menghubungkan dari satu tempat-ketempat yang lain dan strategis. Mulai dari Prambanan, Tugu, Malioboro, Benteng, Janti dan Giwangan. Semua bisa terintegrasi dengan baik walaupun masih ada kekurangan.

Sewaktu jalan-jalan ke UIN SUKA Sleman-Jogja ada baliho yang sangat menarik saya. Seingat saya, tulisan itu juga ada di UIN MALIKI Malang-Jatim. Ada ajakan bagi kita untuk lebih islami.

Baliho

Baliho

Sayang pake kamera hape jadi kurang mantap. Di baliho itu bertuliskan DILARANG: Read the rest of this entry

Jilbab

Baliho

Baliho

Beberapa waktu yang lalu sewaktu jalan-jalan ke Cianjur ada sebuah baliho yang sangat menarik (mungkin juga terdapat di kota lain). Baliho tersebut berisi ajakan untuk mengenakan jilbab bagi perempuan. Yang membedakan antara laki-laki dan perempuan ialah salah satunya dengan berjilbab. Jilbab selain sebagai pembeda dengan laki-laki juga sebagai penutup aurat. Seperti di QS. An-nur: 31. Bahwa kita harus menutup aurat. Jilbab itu sebagai pakaian untuk memuliakan aurat karena aurat itu perhiasan yang harus di lindungi. Menutup aurat dengan jibab dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Tentunya dengan mengenakan jilbab dengan syar’i.

Sudah Terbalik

Beberapa hari ini udara cukup panas, hujan yang turun juga cukup deras walau hanya sebentar. Berita pun juga begitu, ada yang mendadak terkenal, atau beberapa peristiwa yang menambah kasus baru. Kasus “BOM CIREBON” yang sangat cepat di ketahui siapa pelakunya, begitu muncul berita langsung muncul gambarnya di TV siapa pelakunya. Mengapa tidak dengan kasus Bank Century?

Ayas tidak berbicara itu. Sekarang kondisi sudah terbalik. Klo di TV ada anak kecil yang ‘ngefans’ sama artis dan sampai hafal lagunya akan menjadi berita heboh, tapi klo ada anak kecil yang rajin ngaji dan hafal Al – Qur’an tidak pernah menghebohkan bahkan tidak ada yang melirik.

Klo banyak orang yang memberikan ‘tambahan’ kemampuan kepada anak dengan kursus musik atau pelajaran, mengapa tidak dengan memberi ‘tambahan’ tentang ilmu agama, baca Al-Qur’an, belajar tafsir Al-Qur’an.

Sekarang banyak orang bangga dengan menunjukkan pakaian yang membuka aurat bahkan ada pamerannya, mengapa orang islam tidak bangga dengan pakaiannya yang menutup aurat. Yang lebih bagus dan terjaga dari pada pakaian yang tidak menutup aurat.

Masih orang yang merasa dirinya selalu dalam kekurangan, tetapi dirinya tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan. Seharusnya kita bersyukur karena  punya mata, tangan, telinga, kaki, karena belum tentu orang lain memiliki selengkap itu.

GW, 23 April 2011.

11.44

Hanya Titipan…

Berapa lama kita hidup??

Berapa lama kita menunaikan kewajiban dari Allah??

Ada yang tau berapa lama kita hidup???

Sudahkah kita menyiapkan ketika nyawa yang dititipkan ini diambil oleh Allah??

Umur kita tidak panjang, semoga Allah senantiasa memberi hidayah dan sisa umur yang barokah kepada kita….

Hormatilah Kedua Orang Tua

Pada beberapa waktu yang lalu saat naik bus ada sebuah tulisan yang dapat mengingatkan kita pada orang yang kita sayangi dirumah. Tulisan itu ‘Hormatilah kedua orang tua’. Maksud baik awak bus ini paling tidak dapat meningatkan penumpangnya.

Pesan Khusus

Pesan Khusus

Menghormati kedua orang tua adalah wajib bagi kita. Dalam Al Qur’an surat Al Ankabut: 8 yang artinya:

“Dan Kami wajibkan manusia 9berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesutatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembaklimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan’

Kita wajib menghormati dan mematuhi hanya dalam kebaikan. Hal ini telah dicontohkan oleh mush’ab bin umair yang pada saat awal islam masuk dan beliau megikuti agama islam. Saat itu ibunya melarangnya masuk islam. Bahkan ibunya me ngusirnya dari rumah karena Mush’ab tidak mau kembali pada agama keluarganya. Tetapi Mush’ab tetap bersikukuh untuk tetap pada agama Islam.

Jika orang tua kita sudah meniggal atau yang masih hidup maka kewajiban kita adalah mendo’akannya.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan  penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya sebagaimana keduanya telah mendidik aku waktu kecil’.” (Al Isra’: 24)

Janganlah kita membentaknya, bahkan hanya berkata mengeluh ketika diminta tolong. Selama mata kita masih dapat melihat maka perhatikanlah orang tua kita. Selama mulut kita masih bisa bicara maka berbicaralah yang baik kepada orang tua kita. Selama telinga kita masih bisa mendengar maka dengarkan nasihatnya. Selama masih bisa memegang erat tangannya maka peganglah dengan kuat.

GW, 22.35. 19 Maret 2011

NB: Doakan kedua orang tua kita dalam setiap sholat kita.

Refleksi hari ini: Part 4

Banyak orang yang mengaku ISLAM, banyak orang ber-KTP ISLAM, banyak orang yang mengatakan ISLAM, jika ISLAM hanya di bibir, tapi pada nyatanya orang yang mengatakan dirinya ISLAM malah membuat kerusakan serta menyebarkan kebencian terhadap ISLAM. ISLAM bukan liberal, tapi syumul. Bangunan ini akan kokoh ketika setiap individu ber-ISLAM dengan benar dengan konsep IMAN yang kokoh, mengakui dalam hati, mengucapkan dengan lisan, melakukan dengan perbuatan. Yaitu, mengakui adanya Allah dan beramal sesuai dengan Al-Qur’an dan ash-shunah.