Negara Pasar dan Rakyat

Bedah BukuBedah Buku

Bedah buku Negara, Pasar, dan Rakyat ini di adakan di Pasuruan, 5 Februari 2011. Buku ini mengajak untuk kita berpikir masa lalu dan masa depan. Yang setiap hasil dari pikiran kita untuk menuju masa depan. Buku ini ditulis oleh Fahri Hamzah, sekarang sebagai anggota DPR-RI dari F-PKS yang juga sebagai deklarator KAMMI pada saat di Malang.

DiskusiDiskusi Sebelum Acara

Penulis menyampaikan terkait carut marutnya kondisi di Indonesia. Keadaan yang semestinya itu privacy tapi dibawa keranah publik, seolah-olah publik itu menjadi wilayah privacy. Presiden mengeluh kenaikan gaji, benarkah harus disampaikan?? Penyelesaian masalah pribadi yang itu merupakan aib, haruskah dibawa ke publik??

Kekuatan suatu negara bukan pada dukungan militer. Pak Fahri menyampaikan kekuatan negara itu nampak saat ia mampu memposisikan diri sebagai pelayan, bukan ‘pemerintah’. Pertanyaanya siapa yang menganggap pemerintah itu orang yang harus memerintah?? Dicontohkan pada BUMN. BUMN sering merugi, tapi pada saat ini mulai mencari untung.  Karena klo merugi akan ‘dihabisi’ sama anggota DPR waktu evaluasi. Penulis menyampaikan juga, seharusnya BUMN itu tidak apa-apa merugi karena tugasnya memang melayani. Ketika BUMN dipaksa untuk untung maka yang dilakukan adalah pengiritan. Dampaknya fasilitas umum tidak terurus karena dana yang ‘dibatasi’ dengan dalih kekurangan dana atau ngirit. Nyatanya pada saat ini beban itu masih ada pada rakyat. Rakyat harus membayar pajak, rakyat juga yang harus menanggung fasilitas umum yang tidak terurus. Katanya pajak untuk kesejahteraan rakyat.

Bedah BukuNegara, Pasar, dan Rakyat

Bedah buku dengan panelis dari sisi ekonomi, dan sejarah sehingga dapat digali dari beberapa sisi. Buku ini mewarkan ide-ide pada bidang ekonomi dengan melihat sejarah. Menurut seorang panelis, sistem yang diajukan oleh Fahri Hamzah ini tidak akan diterima oleh pasar. Karena sistem ini tidak akan banyak menguntungkan bagi pemilik modal. Trus sistem yang ada sekarang, seperti contoh diatas telah banyak merugikan. Berati ada yang yang salah ya?? Klo sistem ekonomi islam bisa, kenapa tidak?? Belajar dari kerajaan islam yang dulu telah ada dan menguasai perdagangan. Istilah perang salib yang dihembuskan atas nama perang agama nyatanya tidak ada. Panelis menyampaikan, sebenarnya tidak ada perang salib tapi yang ada adalah perang antar pedagang. Perang ini terjadi karena kalah persaingan antar pedagang. Yang pada saat itu islam menguasai perdagangan.

KAMMDA MalangKAMMDA Malang dan Pak Fahri Hamzah

Selamat membaca buku Negara Pasar dan Rakyat.

BukuSelamat Beli dan Baca

GW, 21.00, 5 Februari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: