Politik Oh Politik…

Politik Oh Politik

Kata-kata politik sering kita dengan di media massa elektronik maupun cetak. Politik tidak bisa lepas dari kehidupan dalam negara kita. Politik menurut saya ialah strategi untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.

Ada orang yang menyampaikan dirinya tidak berpolitik. Ada juga orang yang dengan senang menanyatakan dirinya ikut dalam dunia politik. Orang yang tidak mau terlibat dalam politik secara umum misal ikut partai tertentu mereka ada yang beralasan karena mereka menganggap politik itu buruk. Politik itu hanya kepentingan beberapa orang, katanya.

Tapi di negara ini keputusan penting mulai dari undang-undang hingga penentuan penggunaan anggaran ditentukan melalui proses politik. Melalui anggota DPR/DPRD serta presiden dan pimpinan daerah yang semua memiliki latar belakang politik. Terlepas ada yang maju sebagai independent. Mereka yang berada pada posisi tersebut jelas memiliki tujuan masing-masing. Tujuan pribadi maupun tujuan parpol masing-masing.

Kalau saya melihat kondisi seperti itu saya memilih untuk ikut berpartisipasi dalam politik. Jika orang bilang politik itu busuk maka saya yakin masih bisa menciptakan politik yang bersih. Tidak semua menggunakan cara-cara tidak terpuji. Memang ada yang menggunakan cara premanisme untuk memenangkan suatu calon dalam PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah), menekan orang agar memilih calon yang dikehendaki.

Pemerintah mengatur anggaran yang digunakan dalam 5 tahun jadi butuh yang bisa mengatur. Karena dalam menentukan anggaran jika yang memimpin orang yang tidak amanah maka anggaran yang disahkan tidak untuk kepentingan rakyatnya, tapi hanya untuk kepentingan pribadi dan golongannya. Masalah pendidikan, pemerintah mewajibkan sekolah 12 tahun dan meng-Gratis-kan biaya. Di beberapa tempat nyatanya masih ada yang tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya. Lho katanya Gratis? Ada sekolah yang masih menarik biaya masuk sekolah yang nominalnya tidak sedikit. Atau Gratis tapi dengan seabrek persyaratan yang ujung-ujungnya tetap bayar. Atau bayar semampunya tetapi nominalnya ditentukan. Atau penarikan dana dari orang tua murid dengan nama lain. Padahal biaya perbaikan gedung , fasilitas, dan gaji guru semua ditanggung pemerintah. Termasuk pengadaan buku pelajaran. Terus orang tua murid itu membayar yang mana? Gratis seharusnya.

Memilih untuk berpartisipasi dalam politk itu perlu melihat yang akan didukung. Pastinya yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Yang bisa dipilih itu parpol yang mempunyai program untuk kebaikan. Bukan yang mengajak dalam kebaikan sekaligus merusak. Berbuat baik untuk politik yang baik itu butuh banyak dukungan, berdiam diri itu bisa mengurangi kepedulian kita pada negara ini.

Politik oh politik…

About Cak Bas

Tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya dapat dicapai dengan tarbiyah...

Posted on 3 Desember 2012, in Aksi and tagged . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. kadang saya miris melihat realitas politik negeri ini, semua keadilan, kebijaksanaan yg mestinya berpihak pada seluruh raktyat, malah di politisasi agar menguntungkan golongan tertentu….

  2. Banyak keputusan dan kebijakan dalam roda pemerintah ini ditentukan dari politik. Maka, masuk ke dalamnya dan mengubah agar senantiasa dalam kebaikan adalah pilihan yang penting.

  3. yang pada dasarnya politik tak ubahnya sarana untuk meraih kekuasaan dan bertindak sesukanya ketika ia telah menjadi penguasa,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: