Menuju Injury Time

Setiap akhir semester bagi mahasiswa memiliki arti bahwa saatnya ujian. Alarm untuk belajar telah berbunyi. Mulai yang SKS (Sistem Kebut Semalam) sampai dengan cara berburu dan berpindah-pindah (berburu catatan kuliah). Tapi akhir semester juga memiliki arti lain bagi yang menuju ‘Injury Time’ dari setiap semesternya. Seolah-olah seperti terpacu untuk segera mengakhiri pertandingan. Bahkan mampu melakukan hal diluar kebiasaan. Injury time dikenal didunia bola, ketika suatu tim berada diwaktu akhir maka akan melakukan sesuatu. Menyerang habis-habisan atau bertahan habis-habisan agar bisa mencapai hasil yang diinginkan. Yang biasanya datang ke kampus siang, jadi rutin datang paling pagi. Yang biasanya pulang cepat jadi balik paling akhir, seperti security yang sedang jaga. ‘Nge-time’ nya di loby atau dijalur yang sering dilalui dosen. Biasanya ketemu dosen 1 semester sekali tiba-tiba setiap hari bertemu dengan dosen (mau pecahkan rekor muri). Sampai-sampai wajah yang senantiasa menunggu itu bisa ditebak.

Ketika seseorang dalam keadaan terdesak maka akan melakukan apapun agar bisa menyelesaikan masalah dari keterdesakannya. Tinggal bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah itu mau dengan cara yang baik atau tidak. Ada lagi yang lebih penting yaitu persiapan agar tidak terdesak atau mepet dengan ‘injury time’. Karena itu jangan membiasakan diri menggunakan jam ‘walimahan’ yang artinya jika tertulis jam 9-12 maka kita bisa datang diantara jam itu. Tapi jam akad, yang selalu pada jamnya, kan gak mungkin akad 3 jam terusan.

Menghadapi keterdesakan itu dengan cara yang baik harus menjadi pilihan. Ketika suatu usaha sudah maksimal maka tinggal bertawakal kepada Allah. Klo katanya Yusuf Mansur Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Semua permasalahan di adukan kepada Allah. Klo belum selesai ya di adukan lagi kepada Allah, klo belum ya Allah terus. Disetiap do’a setelah sholat wajib dan sunnah. Kita gunakan sepenuh tenaga untuk mendekatkan diri kepada Allah. Baca Al-quran di lebihkan, sedekah menjadi pelengkap.

BP, 25 Juni 2012, 13:10

About Cak Bas

Tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya dapat dicapai dengan tarbiyah...

Posted on 22 Juni 2012, in Wisata. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. kalau masa injury time nya juga udah habis, tenang aja
    stay cool
    masih ada 2 X 15 menit, kalau pun habis
    tenang.. tenang.. masih ada tendangan penalty

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: