Monthly Archives: Juni 2012

Senin Berarti Jum’at

Pekan ini menjadi pekan yang padat bagi generasi ‘kedua’ h2A3, karena yang lain sudah berterbangan kemana-mana. Tapi ini masih berkonsolidasi untuk memanfaatkan sisa waktu semester sebaik mungkin. Harus berusaha keras untuk menentukan hasil semester ini, atau akan ikut extra time. Senin berarti jum’at.

Sehari berjalan dengan pasti, hari berganti dari senin ke selasa. Selasa ke rabu, rabu ke kamis, kamis ke jum’at, dan jum’at ke senin. Tidak ada hari sabtu dan ahad bagi kami. Tau kenapa? karena hari sabtu dan ahad kampus libur. 🙂 Satu persatu datang setiap hari, dan satu persatu pulang setiap hari menunggu sebuah kepastian.  Memang semua itu harus dipaksa agar terbiasa, karena kita akan memetik hasil dari yang setiap kita usahakan. Senin berarti jum’at

Jarum jam terus berputar, yang lewat setiap hari juga berganti. Tapi ‘Sang Penunggu’ gedung dadakan ini wajahnya tetap. Menunggu jika tidak dimanfaatkan dengan baik waktunya maka akan cepat bosan. Selain itu juga membuang waktu secara percuma. Dimanfaatkan untuk belajar, berburu tandatangan, download, tilawah, sambil mengawasi kalau yang dicari datang. Senin berarti jum’at.

Senin berarti jum’at. Senin ini terasa seperti hari jum’at karena yang ditunggu tak datang selain itu karena waktu yang mepet membuat hari senin yang masih jauh dari jum’at terasa seperti jum’at. Hari selasa pun didaulat seperti hari senin karena waktu yang mepet benar-benar bisa membuat hilang arah. Tapi sebaik-baik manusia merencanakan, Allah yang memutuskan. Dan saya yakin itu. Allah menentukan selasa itu menjadi jum’at dan rabu itu menjadi kamis dan senin. Semoga kepada rekan-rekan bisa sukses untuk kamis dan senin nya, begitu juga selasa yang menjadi jum’at saya.

Selasa berarti jum’at. Bismillah semoga Allah memudahkan langkah kami.

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus...

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus…

BP, 27 Juni 2012 13:46

Iklan

Menuju Injury Time

Setiap akhir semester bagi mahasiswa memiliki arti bahwa saatnya ujian. Alarm untuk belajar telah berbunyi. Mulai yang SKS (Sistem Kebut Semalam) sampai dengan cara berburu dan berpindah-pindah (berburu catatan kuliah). Tapi akhir semester juga memiliki arti lain bagi yang menuju ‘Injury Time’ dari setiap semesternya. Seolah-olah seperti terpacu untuk segera mengakhiri pertandingan. Bahkan mampu melakukan hal diluar kebiasaan. Injury time dikenal didunia bola, ketika suatu tim berada diwaktu akhir maka akan melakukan sesuatu. Menyerang habis-habisan atau bertahan habis-habisan agar bisa mencapai hasil yang diinginkan. Yang biasanya datang ke kampus siang, jadi rutin datang paling pagi. Yang biasanya pulang cepat jadi balik paling akhir, seperti security yang sedang jaga. ‘Nge-time’ nya di loby atau dijalur yang sering dilalui dosen. Biasanya ketemu dosen 1 semester sekali tiba-tiba setiap hari bertemu dengan dosen (mau pecahkan rekor muri). Sampai-sampai wajah yang senantiasa menunggu itu bisa ditebak.

Ketika seseorang dalam keadaan terdesak maka akan melakukan apapun agar bisa menyelesaikan masalah dari keterdesakannya. Tinggal bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah itu mau dengan cara yang baik atau tidak. Ada lagi yang lebih penting yaitu persiapan agar tidak terdesak atau mepet dengan ‘injury time’. Karena itu jangan membiasakan diri menggunakan jam ‘walimahan’ yang artinya jika tertulis jam 9-12 maka kita bisa datang diantara jam itu. Tapi jam akad, yang selalu pada jamnya, kan gak mungkin akad 3 jam terusan.

Menghadapi keterdesakan itu dengan cara yang baik harus menjadi pilihan. Ketika suatu usaha sudah maksimal maka tinggal bertawakal kepada Allah. Klo katanya Yusuf Mansur Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Semua permasalahan di adukan kepada Allah. Klo belum selesai ya di adukan lagi kepada Allah, klo belum ya Allah terus. Disetiap do’a setelah sholat wajib dan sunnah. Kita gunakan sepenuh tenaga untuk mendekatkan diri kepada Allah. Baca Al-quran di lebihkan, sedekah menjadi pelengkap.

BP, 25 Juni 2012, 13:10