Oleh-oleh dari Jogja

Siapa yang gak tau Jogja??? Secara penulisan tulisan yang pas itu Yogyakarta, tetapi yang familiar dan menjadi trend ialah dengan nama Jogja #biar mantap. Jogja menurut saya ialah kota yang memiliki karakter tersendiri. Ketenangan mereka bisa nampak dari pribadinya. Selain itu bisa terlihat dari tata kota yang ada di sana. Apalagi sekarang sudah ada Trans Jogja yang menghubungkan dari satu tempat-ketempat yang lain dan strategis. Mulai dari Prambanan, Tugu, Malioboro, Benteng, Janti dan Giwangan. Semua bisa terintegrasi dengan baik walaupun masih ada kekurangan.

Sewaktu jalan-jalan ke UIN SUKA Sleman-Jogja ada baliho yang sangat menarik saya. Seingat saya, tulisan itu juga ada di UIN MALIKI Malang-Jatim. Ada ajakan bagi kita untuk lebih islami.

Baliho

Baliho

Sayang pake kamera hape jadi kurang mantap. Di baliho itu bertuliskan DILARANG: Berpakaian Tidak Islami, Memakai Pakaian Ketat dan Transparan, Memakai Kaos Oblong, Memakai Sandal, Merokok, Membuang Sampah di Sembarang Tempat. Itu semua aturan yang ada di dalam Kampus. Tapi menurut saya ada empat poin yang dapat digunakan di lingkungan secara umum.

Pertama, Berpakaian Tidak Islami. Mengapa kita tidak berpakaian secara Islami saja? Bukan berarti setiap hari harus mengenakan baju kokodan sarung. Tapi kita mengenakan pakaian yang menutup aurat. Masa kita mau menggunakan pakaian yang tidak menutup aurat? #gak malu? Klo masih ada saudara kita yang belum menggunakan pakaian yang menutup aurat seperti di papua, berarti itu tugas kita bersama untuk membantunya bukan melindunginya dengan atas nama budaya.

Menutup aurat bukanlah hal sulit, bukan masalah siap atau tidak. Namun mau atau tidak. Janganlah kita saat ini di jaman modern masih menganggap bahwa menggenakan jilbab itu kuno, malah klo sekarang bagi perempuan klo gak pake jilbab apa kata dunia?. Masa mau pake pakaian yang belum jadi. Sama halnya dengan laki-laki, menutup aurat itu bukan hanya tugas para perempuan tapi juga laki-laki. Batas aurat laki-laki itu kan mulai dari pusar sampai lutut, apa susahnya? Berpakain yang islami itu menuntut kita untuk bisa berpakain dengan sopan.

Kedua, Dilarang menggunakan pakaian yang ketat dan transparan. Menggunakan pakaian yang ketat dan transparan ini juga mnejadi point yang penting. Sekarang mereka menganggap nya sebagai barang modern n gaul. Padahal…^_^” gak banget. Di toko sudah di jual pakaian berbagai ukuran mulai dari kecil sampe ukuran ekstra. Juga dari berbagai umur. Masih ada saja orang yang seneng pake baju adik padahal dah tau klo ukurannya lebih kecil. Pakaian yang ketat ini juga tidak hanya permasalahan bagi kaum hawa tapi juga buat yang laki-laki. Kita masing-masing bisa lah menakar mana pakaian yang ketat dan bukan. Pakaian ketat itu menggambarkan lekuk tubuh, kan boleh. Trus klo pakaian tapi menggambarkan bentuk tubuh itu apa namanya? Apa bedanya dengan tidak mengenakan pakaian? Rugi dong, sama-sama beli pakaian kok. Kita ja klo ke Mall atau toko beli baju milih yang bagus, kenapa gak sekalian yang baik. nah lho… Atau juga yang tipis sehingga transparan klo kena cahaya terang atau air. tuing..tuing… Yang tersiksa bisa jadi bukan yang pake tapi yang di sekitarnya, kejahatan yang terjadi pada orang lain mungkin bukan karena dia tapi karena kita juga. Terkadang ada juga yang berpendapat klo ‘yang penting nutup aurat’, kan sama ja bohong klo pake pakaian menutup aurat tapi masih menggambarkan bentuk tubuh. Gimana masih mau pake pakaian yang tipis ketat n transparan??? Gak malu???

Ketiga, merokok. Seperti hal yang mudah kita temukan disekitar kita. Mulai terminal, pasar, kantor pemerintah, institusi pendidikan, kampus, dll. Terus bedanya apa klo dipasar merokok dan di kampus juga? Sekarang sudah lebih baik dengan adanya tempat khusus untuk orang yang merokok. Ada kendaraan umum yang memberi fasilitas AC yang berarti tidak ada yang merokok di dalamnya. Apa untungnya merokok? Klo mau merokok asapnya jangan dibuang eman-eman beli rokok kok cuma di buang-buang. Bahayanya tidak hanya bagi perokok tapi juga orang disekitar yang menghirup asap rokok. Tidak spontan memang bahaya dari rokok tapi dalam jangka panjang. Merokok biar keren? Kasian banget nih orang…harus segera di tolong bukan di cemooh. Klo 5rb buat beli rokok sehari maka dalam 1 bulan bisa habis 150rb. Klo setahun bisa 1,8juta. Wah, daripada buat beli rokok kasih saya saja buat beli laptop. ^_^ Klo kita sayang pada diri kita ayo hemat uang, yang tadinya buat beli rokok kita masukkan ke dalam kotak amal insyaallah lebih berkah. Klo 5rb beli rokok dapat asap doank, mending beli nasi sebungkus untuk kita kasih ke orang gak mampu buat buka puasa ntar malah dapat pahala seperti orang yang puasa tersebut. Mantap gan…

Keempat, membuang sampah di sembarang tempat.  Membuang sampah juga hal yang tidak sulit. Tapi klo tidak terbiasa membuang sampah pada tempatnya maka ya akan buang sampah sembarangan. Bungkus permen di buang begitu saja, botol minum dibuang begitu saja, tas kresek di buang begitu saja. Mau jadi apa sekitar kita? Tempat sampah sepanjang jalan? Janganlah kita buang smbarangan. Sudah disediakan tempat sampah, klo gak ada? Saku kita bisa lah jadi tempat penampungan sementara. ^_^ Atau membawa kantong kecil untuk jaga-jaga jika memang tak ada tempat sampah.

Apalagi sekarang menjelang Bulan Ramadhan, dimana saat ini waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri kita, mentarbiyah kita untuk jadi lebih baik. Apa salahnya kita menjadi orang yang lebih baik. Perubahan bisa pelan-pelan. Tidak ada yang salah bagi kita untuk berubah lebih baik. Bukan saya sok islami loh…tapi Islam is My Life…

NB: sambut Ramadhan 1432 H.

About Cak Bas

Tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya dapat dicapai dengan tarbiyah...

Posted on 31 Juli 2011, in Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. Dilarang Melarang.. gak ada ya?

  2. satu lagi mas… dilarang kencing di sini… *klo udah kebelet gmana tuh ? hehehe^

  3. sepakat Mas,, trus oleh2 yg bisa dimakan kok gak ada ya?😀
    eh,,itu yg pakai baju biru Cak Bas ya?😆

  4. oleh oleh yg sangat bermakna, dn sangat bermanfaat..
    ”Pakaian yg islami”bahkan banyak yg belum memahaminya, asal tertutup, ditata sedemikian rupa cantik, tak jarang sdh jauh dr nilai2 agama, tp mereka bilang islami..
    Nice postingan..terimakasih

  5. oleh2 untuk rohaninya mantap mas…
    untuk jasmaninya mana yah? ya buat menu buka puasa gitu.. hihihihi

  6. Sayangnya sekarang ada jilbab gaul, dikira Islami tapi malah ga menutupi yang di dada, sama aja pamer tuh…

  7. tulisannya padat kyk skripsi he he he

    • kemana? Jogja? Tinggal naik apa. Naik KA Malabar (Eko: 70, Bis: 90). Naik Rosalia Indah 80rb. Klo pengen Naik bus malang-surabaya= Biasa 9rb, Patas: 15rb. Surabaya-Jogja= Mira AC/Sumber AC: 38rb, Eka AC: 63rb. 24 jam ada terus, klo mau hemat bisa milih.

  8. semoga di bulan ramadhan ini kita bisa semakin memperbaiki serta menata diri kita…… amin3x selamat menjalankan ibadah puasa sobat……….salam persahabatan selalu dr MENONE

  9. setuju……. trutama utk menutup aurat, itu dah masuk kewajiban. lepas dari suka ato tdk suka… hehhehee…. smoga bs jd catatan buat sy trutama. mksh tulisannya…. bner2 bagus ^_^

  10. Sangat mencerahkan..😀

    Selamat menjalankan ibadah puasa.🙂

  11. Berperilaku yang tepat sudah pasti dapat memenuhi aturan dari segala aspek ya🙂
    mantap oleh2nya🙂

  12. Oleh-oleh ternyata bukan makanan aja ya? tapi siraman rohani jg bsa jd oleh2 yang mantab…..heheh….

  13. gara-gara ada tulisan Jogja jadi nongol di sini, hehehe… ntar ke Jogja bikin acara kopdar aja deh… heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: