Refleksi hari ini: Part 2

Beras, Nasi, Berkah…

Mayoritas penduduk di Indonesia itu mengkonsumsi beras yang di olah menjadi nasi. Bahkan sampai muncul istilah urung sarapan lek urung mangan sego(belum sarapan klo belum makan nasi), meskipun sudah makan roti dan minum susu. Berbicara tentang makan, di dalam islam ada adabnya. Adab-adabnya yaitu dengan memulai makan dengan baca ‘basmallah’ dan mengakhiri makan dengan menucap syukur kepada Allah (do’a sebelum dan setelah makan sudah hafal kan..???). Nah, yang sering dilupakan bahkan disepelekan oleh orang itu makan menggunakan tangan kanan, banyak kita melihat disekitar kita orang yang makan dan minum yang masih menggunakan tangan kiri. Padahal klo kita menganggap tangan kanan itu untuk melakukan yang baik dan makan itu juga baik berarti kita juga harus makan menggunakan tangan kanan (kecuali jika tidak memungkinkan). Kemudian jika makan jangan meniup makanan yang panas. “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR. At Tirmidzi). Belum lagi klo kita lagi sakit, pas meniup makanan bisa-bisa menyebarkan penyakit…hehehe… Yang tidak kalah pentingnya klo makan jangan terlalu kenyang (biasanya klo lagi makan model prasmanan). Trus cabe mahal lagi (gak nyambung ya..hehehe…).

Ada yang sering dilupakan, banyak orang yang mengeluh harga beras mahal sampe 7rb. Klo anak kos komentarnya, ‘wah biaya konsumsi bengkak gara-gara harga diwarung naik’. Hmm… bahkan sering kita melihat dan mendengar di TV atau membaca koran ada berita tentang kelaparan. Kelaparan yang menimpa saudara kita di balik tembok rumah kita. Mereka makan nasi aking karena tidak mampu membeli beras. Kita pun terharu jika melihat beritanya, tapi terharu sebatas terharu saja. Coba ingat ketika kita makan, kita merasa nyaman dan terkadang lupa akan kondisi saudara kita. Klo gak percaya, coba hitung berapa butir nasi yang kita tinggalkan ketika makan. Klo setiap orang yang makan meninggalkan 10 butir nasi dikalikan 150 juta (di kurangi yang gak makan nasi) maka akan ada 1.150 juta butir beras, berapa kg itu?? Itu mubadzir klo gak dihabiskan. Segitu banyak butir beras yang kita buang padahal masih banyak yang mengeluh harga beras mahal dan akhirnya kelaparan. Ikhwah, semoga kita temasuk orang-orang yang bersyukur. Dengan menghabiskan setiap butir nasi yang kita makan dan tidak menyia-nyiakan makanan. Goresan tulisan ini hanya berusaha menyadarkan tentang adab-adab makan seorang muslim mulai dari berdo’a sebelum dan sesudah makan, makan minum dengan tangan kanan dan duduk (tidak berdiri), tidak terlalu kenyang, dan menghabiskan setiap butir nasi kita agar tidak mubadzir.

NB: di tulis pada saat harga cabe mahal dan pertandingan LPI Persema 2-1 PSM, jangan lupa sholat 5 waktu dan baca Al-Qur’an…

GW, 22 Januari 2011

About Cak Bas

Tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya dapat dicapai dengan tarbiyah...

Posted on 22 Januari 2011, in Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: