“Menanti ideologisasi ke-KAMMI-an dari sosok GARDA SIYASI (politik) yang baru”

by Nana Aziz on Tuesday, 18 January 2011 at 07:17

Dibawah ruang yang penuh dengan kerapuhan, di altar yang terlalu penuh dengan keegoan, melangkah setapak demi setapak, mencari secercah cahaya diantara jeruji besi, gemuruh detak daun pintu dan diantara gemercik dinding kaca, mencari bagian yang hilang yang seharusnya tak menjadi hilang

Hari itu, kebisuannya biarkan menjadi saksi atas sekumpulan orang-orang yang hadir atas segala kengkuhannya, semoga refleksi tidak hanya sekedar refleksi yang terbalut sebungkus retorika yang pada akhirnya tak menjadi fakta….tapi satu sisi ada sekumpulan orang-orang dengan segala potensi yang dimilikinya tapi tak mampu mengkonsolidasikan untuk menjadi kekuatan, mungkin karena  mereka tidak menyadarinya (ironis), lalu apa yang harus kita lakukan?

Kawan, kita bukan budak-budak rutinitas yang hadir dengan segala kekosongannya, secarik kertas, segenggam tinta sejatinya memiliki makna filosofis-ideologis  yang suatu saat nanti akan menjadi saksi atas perjalanan  panjang perjuangan yang kita lalui, agar kelak kita tidak bertanya, dimanakah muara kita?

Memang, fase perjuangan sejatinya selalu menghadirkan fluktuasi, tapi jangan jadikan frase kata fluktuasi menjadi apologi karena kita tidak sedang di-didik untuk menjadi seorang pecundang!!!!kawan, jangan khianati para pendahulu kita yang bersusah payah mewariskan nilai-nilai ideologisasi, berjuang dengan segala dinamikanya, bahkan terkadang harus menyimpan rasa sakit di sudut hati yang paling dalam, itu tidak lain mereka lakukan agar kemudian kelak tidak muncul sosok generasi baru yang anhistoris, muncul bak pahlawan, tapi tanpa filosofis dan tanpa ideologis

Tulisan ini hadir karena masih ada kata optimisme, masih ada harapan secercah cahaya, dan saya percaya generasi kalian bisa melakukannya……dariku yang selalu merindukan kalian!!!

17 Januari 2011, di atas meja laundry

Nana Aziz, Mantan Kadept Kastrat KAMMI UB Periode 2007-2008

Semoga tulisan dari Kang Nana ini bisa semangat dalam menggerakkan setiap langkah kita….

About Cak Bas

Tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya dapat dicapai dengan tarbiyah...

Posted on 18 Januari 2011, in Tausiyah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. mantep tulisane…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: