Dakwah sustainable…

Assalamu’alaikum….

Bismillah…

“Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)” (QS, Al Insyirah: 7)….

Al Qur’an itu sampai kapan pun akan tetap sesuai untuk digunakan, karena Allah yang menjaga dan Allah telah menyempurnakan agama islam ini dan Al Qur’an sebagai pegangan. Allah telah menyampaikan dalam surat Al Insyirah ayat 7 bahwasannya ketika kita selesai dari suatu urusan maka kita akan berpindah ke urusan yang lain. Ya, seperti itulah hidup. Ketika kita selesai dari sekolah SMA maka kita pindah ke urusan yang lain. Ada yang kuliah, ada yang kerja, ada yang nikah, dan lainnya. Kita juga sama – sama bekerja keras untuk bisa menyelesaikan setiap urusan kita. Dahulu waktu SMA kita kerja keras untuk menyelesaikannya perang itu dengan UAN, setelah masuk dunia kuliah kita juga bekerja keras dengan medan perang yang berbeda yaitu SKRIPSI (perasaan klo gak dikerjakan kok gak selesai).

Dalam dakwah hal itu juga terjadi. Jika kita selesai dari suatu urusan maka akan pindah ke suatu urusan yang lain. Di bangku kuliah kita mengenal dengan adanya Lembaga Dakwah Kampus. Lembaga ini kemudian sebagai sarana dakwah dalam kampus. Ada suatu cerita, pada suatu saat ditahun penerimaan mahasiwa baru ada mahasiswa yang punya impian untuk bergabung dengan sebuah lembaga dakwah. Anggap saja namanya Rima. Ternyata keinginan itu benar – benar terwujud. Dia(Rima) bergabung dalam lembaga bukan hanya untuk mencari pengalaman saja, tetapi lebih kepada ingin menjaga dirinya dengan kebaikan. Selain itu dia ingin menambah ilmu pengetahuan tentang islam ini.

Lambat dan cepat nya waktu telah berjalan mengantarkan menjadi aktivis. Beban yang berat tidak begitu dirasakan, mulai menjadi staf hingga menjadi PH. Berat atau tidak itu bergantung dari niatnya, jika hanya berniat mencari pengalaman, ya hanya akan mendapat pengalaman saja dan berat untuk menjalani aktivitas dakwah ini. Sesuai dengan hadist yang pertama, ‘sesungguhnya perbuatan itu tergantung niatnya’. Jika niatnya untuk mendapat dunia maka hanya akan mendapatkan dunia saja, tetapi jika yang diniatkan untuk Allah maka akan mendapatkan ridho Allah. Dalam shiroh telah banyak dicontohkan oleh para sahabat yang mengikuti dakwah bukan karena ingin mencari pengalaman tapi untuk mendapat ridho dari Allah dan masuk kedalam surga-Nya yang lebih kekal.

Karena waktu yang terus berjalan maka Rima pun mendapat berbagai amanah (walaupun bagi orang lain itu terkadang berat dilakukan sehingga tidak sungguh-sungguh). Setelah amanah lembaga selesai tidak menyurutkan langkah untuk berdakwah. Karena Rima sadar bahwa amanah berdakwah tidak hanya berhenti ketika selesai dari lembaga tapi amanah dakwah selesai hingga nyawa ini diambil oleh -Nya. Rima banyak belajar dari jalan ini, jalan yang telah mengajarkan menjadi orang yang peduli dengan sekitarnya, bersih dalam aqidah dan perbuatan serta profesional dalam pekerjaan. Rima belajar juga bagaimana menjadi jundi (staf) yang baik dan menjadi qiyadah (pemimpin) yang amanah pula. Karena qiyadah yang baik berasal dari jundi yang baik (yang merasa jadi staf, klo pengen jadi pemimpin yang baik, jadilah staf yang baik).

Ada beberapa hal yang dapat kita ambil. Pertama, dari niat kita. Jika kita berjuang untuk Allah maka niatkan semua hanya untuk Allah. Allah telah berfirman ‘berjuanglah dengan harta dan jiwamu’. Dan Allah juga akan mengganti dengan yang lebih baik. Kedua, amanah atau cobaan itu adalah cara Allah untuk menigkatkan derajat hambanya. Tapi kalau kita selalu melewati rintangan yang sama bertarti kita masih belum lulus dari ujian itu, tapi kalau ujian itu semakin lama-semakin berat maka kita telah lulus dari satu ujian menuju keujian yang lain. Ketiga, Untuk menjadi pemimpin yang baik maka kita harus jadi jundi yang baik. Ingat, setiap kita adalah pemimpin. Keempat, dimanapun kita berada kewajiban kita adalah berdakwah. Ketika selesai dari amanah lembaga dakwah atau lulus dari kuliah tidak menghalangi kita untuk terus berdakwah. Jangan sampai setelah lulus kita kembali seperti dahulu seperti sebelum mengenal dakwah. Karena barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin berarti termasuk orang yang beruntung, yang hari ini yang sama saja dengan yang kemarin maka termasuk orang yang rugi, yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka termasuk orang yang celaka. Fitrah manusia itu meninginkan untuk selalu beruntung, jika ingin beruntung maka hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok lebih baik dari hari ini.

Semangat jalan ini masih panjang…masih banyak kesempatan kita untuk mendapat amal kebaikan… ALHAMDULILLAH…

NB: Afwan jika ada nama yang sama karena itu memang disengaja, semoga bermanfaat… Ingat..ingat.. jangan lupa sholat 5 waktu dan tilawah al qur’an.

GW, 16 Januari 2011

About Cak Bas

Tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya dapat dicapai dengan tarbiyah...

Posted on 16 Januari 2011, in Tausiyah. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. cak bas, tetap semangat!!! blum sempat baca sih. kapan2 tak baca lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: