Mengabdi berbayar

Mengabdi itu memberikan segenap kemampuan atau berkorban untuk mendapat hasil yang terbaik. Seperti pada aparatur negara yang senantiasa ingin memberikan yang terbaik untuk negara. Teringat sms taujih yang disampaikan seorang sahabat.

Ada guru yang banyak berkata tanpa berbuat,

Ada guru yang lebih pandai berbuat dari berkata serta

Ada guru yang memadukan kata dan perbuatan..

Namun yang istimewa diantara mereka

Adalah seorang guru yang ketika engkau melihatnya,

Engkau mengingat Allah, ucapannya akan menambah amalmu

Dan amalnya membuatmu semakin cinta akhirat

<Ust. Rahmat Abdullah>

Memang guru memiliki makna yang luas, tapi yang saya maksud disini ialah guru yang ada di sekolah. Guru merupakan orang yang paling berpengaruh dalam dunia pendidikan. Mereka mengajarkan ilmu pengetahuan mulai dari belajar membaca hingga berhitung. Menjadikan murid-muridnya mulai pekerja kasar hingga presiden. Guru memiliki peran penting dalam semua itu.

Tetapi nampaknya ada yang kurang pada saat ini. Memang gaji guru pada saat ini jauh lebih tinggi apalagi jika sudah sertifikasi. Perangkat mengajar juga sudah lengkap yang memungkinkan pengajar menjadi lebih terarah untuk menyampaikan materi. Ada satu hal yang perlu di perhatikan yaitu bahwa mengajar bukan hanya menyampaikan. Atau mengajar hanya pekerjaan rutin yang setiap bulan mendapat gaji dan selesai urusan.

Karena ada sebuah beban yang lebih dari itu. Tidak hanya pintar secara pikiran. Tapi juga mengajari bagaimana sopan santun, etika.  Pesan dari Ust. Rahmat Abdullah ada benarnya. ‘Ketika engkau melihatnya, ungkau mengingat Allah”. Apakah kita, ketika melihat guru kita yang teringat adalah berapa nilai yang akan kita dapat?

Sebagai pengajar memang menjadi tugas yang berat. Bisa jadi peserta didik kita itu menggambarkan diri kita. Anak didik yang cuek, bisa jadi pengajar juga cuek.  Ketika bicara dengan seseorang, orang tersebut mengeluhkan tentang guru saat ini. Yang mengajar tetapi tidak sampai ‘ruh’nya. Mengajar tapi kurang perhatian. Mengajar itu bukan balas dendam. Karena dahulu di ajar dengan cara keras maka mengajar dengan cara keras juga. Karena dulu diajar dengan memberi segudang tugas maka sekarang memberi tugas yang lebih berat.

Mendidik mereka ialah mempersiapkan untuk generasi yang akan datang. Dengan mendidik yang baik maka akan menjadikan Indonesia yang lebih baik lagi. Semoga ini menjadi cerminan bagi kita bagaimana kita mengajari untuk lebih baik lagi. Kita niatkan semua untuk Allah. Karena setiap kebaikan yang kita ajarkan, kita akan mendapat pahala sesuai dengan apa yang dikerjakan.

G18, 21 Januari 2012.

G18, 27 Shafar 1433 H. 22:13

About these ads

About Cak Bas

Tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya dapat dicapai dengan tarbiyah...

Posted on 21 Januari 2012, in Renungan and tagged , . Bookmark the permalink. 36 Komentar.

  1. Wah semestiya tulisan yang syarat makna ini dibaca oleh guru yang ada diseluruh Indonesia Mas.
    lihat saja perilaku para elite bangsa ini, secara tidak langsung itu sebagi cerminan bahwa hasil pendidikannya hanya berkisar pada kepintaran yang digunakan justru untuk hal-hal yang negatif saja.
    bahwa telah berhasil mengajarjkan kepintaran iya, tapi dalm mengajarkan Ahlkul karimah iu belum terwujud..

  2. Allah bakal kasih gaji yang lebih gede tu cak.. . . . tanpa gaji yang memuaskan pun akan merasa puas ketika ilmu yang disampaikan bisa lebih bermakna dan diamalkan oleh anak didiknya. . .

  3. kalo gurunya baik dan benar, berarti pahalanya double-double kaya MLM ya mas?
    kan dia nransfer ilmu gitu ke murid-muridnya… trus kalo muridnya jadi guru lagi, dia nransfer ilmu ke muridnya, si guru tetep dapet pahala lagi kan?
    Subhanallah yaa…

  4. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang masih kurang diperhatikan oleh pemerintah…

  5. Setuju Mas Bas. Mengajarkan ilmu adalah kebaikan yang tidak terputus meski kita sudah mati. Ilmu yang bermanfaat, dipahami, diamalkan dan diajarkan. Subhanallah :)
    Tapi yang menarik itu tuh … mengajar dengan ‘ruh’. Sesuatu yang mulai hilang dari para pengajar muda. Barokallahu fik :D

  6. sayangnya sekarang guru yang ada kebanyakan hanya mengajar. tanpa ada memasukkan unsur pendidikan kepada anak didiknya :(

  7. “‘Adalah seorang guru yang ketika engkau melihatnya,

    Engkau mengingat Allah, ucapannya akan menambah amalmu

    Dan amalnya membuatmu semakin cinta akhirat ”. ini mengingatkan ku sebuah hadits, bahwa mereka adalah sebaik- baik teman.. mudahan kita bisa mereka..

  8. setiap kita sejatinya adalah guru..

  9. betapa penting niat dan motivasi itu ya Cak
    ada seseorang yang menjadi guru karena niat dan motivasinya memang butuh pekerjaan
    sungguh, bekerja sebagai guru tidak salah, namun… semoga kita bisa menjaga niat karena Allah Ta’ala…
    sebab, niat dan motivasi ini akan sangat berpengaruh terhadap etos kerja masing-masing guru…

  10. setuju banged kang.. mau liad gamabaran murid.,… gampang.. liad ajja guru nya.. atau.. orang tuanya :)

  11. ikut menyimak.
    artikel & komentarnya sudah melengkapi. :

    salam….

  12. belom tidur to cak. . .??/

  13. Begitulah, Guru pun bermacam-macam, :-)
    Salam kenal…

  14. assalamu’alaykum

    gantian menapak dsini ya,,

    izin copas taujih Ust.Rahmat Abdullah nya juga ya,

    *ikhlas dlm amal itu di “awal” – di “tengah” – dan di “akhir” amal, menjaga keistiqomahan keikhlasan itulah yg penuh perjuangan, baik bagi guru maupun bagi siapapun itu termasuk kita*

  15. Karenanya saya takut jadi guru, bebannya besar banget…
    Ucapan kita bisa jadi selalu diingat anak didik hingga akhir hayatnya…

  16. assalammu’alikum pak ana blh minta kalender islami n jamnya bg mn caranya ya?boleh minta di copykan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.528 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: