22 Desember

Hari ini orang bilang hari Ibu. Di tanggal Nasional tanggal 22 Desember juga terdaftar sebagai hari Ibu. Banyak orang yang menyampaikan   Selamat Hari Ibu kepada Ibu mereka. Menyampaikan kepada Ibu mereka dengan berbagai cara. mulai dari yang SMS, Telpon, update status di FB, twitter atau dengan surprise. Sekedar untuk menunjukkan kepedulian kita kepada Ibu. Memang ibu ialah orang yang paling paling dan paling berjasa dalam hidup kita. Yang telah mengandung selama 9 bulan. Apa jadinya klo ibu kita tidak mau mengandung kita, dititipkan kemana gitu. Bingung juga kan kita. Ibu juga yang telah memberi ASI kita, kalau pun tidak memberi selama 2 tahun bukan berarti ibu kita tidak sayang kepada kita. Pasti ada alasan yang lain.

Menurut saya, yang di inginkan ibu kita tidak hanya sekedar ucapan Selamat atau surprise dari kita. Tapi bisa jadi lebih dari itu. Karena pengorbanan ibu yang sangat luar biasa itu tidak bisa kita bayar. Mau dibayar pake uang? sanggup bayar berapa? Matrealistis klo kita menilai dengan materi. Melahirkan itu mempertaruhkan nyawa, mau di bayar pake uang? Bahkan orang yang meninggal waktu melahirkan itu termasuk syahid di dunia.

Ibu adalah orang yang istimewa. Termasuk calon ibu. Yaitu perempuan secara umum itu orang yang mulia. Sampai di Al-qur’an ada sendiri surat tentang perempuan. Klo Allah saja memuliakan, kenapa kita tidak. Apa yang bisa kita berikan kepada ibu kita? Sekali lagi ucapan selamat saja tidak cukup.

Berbakti kepada orang tua itu cukup? caranya? Kita berbuat baik kepada ibu maka akan ada hubungannya dengan Allah. Dengan senantiasa kita beribadah kepada Allah maka ibu pasti akan senang. Ibu mana yang tidak senang melihat anaknya rajin sholat? Ibu mana yang tidak senang melihat anaknya rajin baca Al-Qur’an tiap hari? Ibu mana yang tidak senang melihat anaknya rajin sholat tahajud? Ibu mana yang tidak senang melihat anaknya rajin sholat dhuha? Karena disetiap sholat kita, kita akan selalu mendo’akan ibu kita. Kita akan mendo’akan ibu kita dalam keadaan sehat dan senantiasa dalam keadaan iman dan islam. Kalaupun sudah wafat kita do’akan semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima amal ibadahnya, dan semoga bertemu dalam surga-Nya. Itu cara kita membuat ibu tersenyum bangga.

Hari Ibu bukan hanya momentum bagi ibu saja tapi juga momentum bagi calon ibu. Begitu mulianya seorang ibu. Maka calon ibu pun juga harus bisa memuliakan dirinya sendiri. Gimana? Sederhana tapi penuh makna. Bagi calon ibu bisa memuliakan dirinya dengan menutup aurat, mengenakan jilbab yang baik tidak hanya asal-asalan saja. Jilbab yang shar’i, yang lebar tidak manampakkan bentuk tubuh insyaallah akan lebih banyak yang menghargai. Karena perempuan adalah orang yang mulia maka katakan tidak untuk “Pacaran”. Apa sih untungnya? Katanya orang yang paling mulia tapi kok mau di pegang-pegang. Barang yang bagus saja di toko-toko ada tulisan ‘Jangan Di Pegang’. Karena calon ibu ialah yang akan melahirkan generasi bangsa, melahirkan anak-anak yang akan menjadikan diri lebih baik. Selain itu berperilaku baik juga menjadi tuntutan, karena sekarang banyak calon ibu yang tidak segan lagi merokok didepan umum walaupun menurut saya katakan juga tidak pada merokok.

NB: pesan ini juga berlaku bagi para calon bapak, hargai perempuan. Jangan ditipu dengan ‘Pacaran’. Bayangkan klo perempuan yang di tipu orang lain itu bagi dari keluarga kita, pasti kita akan marah. Semoga Bermanfaat.

G18, 22 Desember 2011

About these ads

About Cak Bas

Tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya dapat dicapai dengan tarbiyah...

Posted on 22 Desember 2011, in Renungan and tagged , . Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. bener, para cowok, jangan nipu cewek dong….hiks!!!

  2. aku…
    kangen ibu…. :(

  3. ibu… saya juga sulit bisa menyamai jasa beliau…

  4. Assw..Cak Bas…thank ya, uda menjadi sahabat baik yang gemar berkunjung ke rumahku ^^

    oh ya, ini my account twitter @eviexist

  5. sebagia seorang ibu, mungkin ini juga mewakili persaan ibu cak bas,, terutama kepada anak laki- lakiku yang masih kecil..aku ingin dia menjagaku dari berbuat maksiat, mengingatkan akan kewajiban yg telah Allah perintahkan,,

  1. Ping-balik: Harapan Dari Seorang Ibu | coretan sayyidahqurani

  2. Ping-balik: Harapan Dari Seorang Ibu | KARENA KAU BEGITU BERHARGA

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.528 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: