Hanya Sekali
Hidup hanya sekali, kenapa kita gak sholat?
Hidup hanya sekali, kenapa tidak berbakti ke orang tua?
Hidup hanya sekali, kenapa tidak belajar baca Al-Qur’an?
Hidup hanya sekali, Kenapa tidak mengamalkan Al-Qur’an?
Hidup hanya sekali, kenapa maksiat?
Hidup hanya sekali, kenapa merusak diri dengan rokok, miras, narkoba?
Hidup hanya sekali, kenapa tidak menutup aurat menjalankan perintah-Nya?
Hidup hanya sekali, kenapa tidak sedekah?
Hidup hanya sekali, kenapa harus sombong?
Hidup hanya sekali, kenapa tidak peduli dengan orang lain?
Hidup hanya sekali, kenapa tidak bersyukur?
Hidup hanya sekali apa yang mau di banggakan untuk masuk ke Surga-Nya?
Posted on 21 November 2011, in Tausiyah. Bookmark the permalink. 12 Komentar.
hidup hanya sekali
sungguh
jangan sampai menyesal
selama-lamanya
Betul itu ustadz
Hidup hanya sekali
tiket ke akherat jga cuma sekali jalan, ga bisa PP xixixixi…yuk maknai hidup lebih baik
menjadikan hidup lebih berkah…
berkunjung sob..salam blogger
sukses selalu yah..:)
salam sukses
semoga kita selalu mendapat hidayahNya yaa cak, biar terus bisa bermuhassabah diri..
amin….
wah, baru kali ini baca puisi akh Basori..
syukron sudah diingatkan..
agar saling mengingatkan :
adekfi.wordpress.com/2011/10/26/renungan-bila-jasad-menjadi-mayat/
ha..puisi?? yang mana? syukron…
Terimaksih mas, sudah mengingatkan.
sama-sama